Family

Kelola Keuangan Keluarga dengan Bijak

Menteri keuangan keluarga, itulah tugas yang aku emban setelah menikah dan memiliki anak. Apakah tugas menteri keuangan keluarga itu ringan? Tergantung sih, tapi tugas Menteri keuangan keluarga yang aku jabat cukup menyenangkan dan menantang. Seorang Menteri keuangan keluarga harus mampu melihat kebutuhan keluarga masa kini dan membuat prediksi keuangan untuk masa depan.

Memiliki uang yang cukup adalah suatu nikmat dari Allah. Bagaimana cara membuat keuangan keluarga ‘cukup’? Definisi cukup akan berbeda bagi setiap individu. Bagiku, cukup keuangan adalah ketika bisa menikmati rezeki itu dengan cara bersyukur. Nominal itu adalah angka yang bisa diotak-atik karena jumlah pengeluaran secara tidak langsung akan mengikuti jumlah pendapatan.

Ketika memiliki gaji 5 juta per bulan, cukup saja memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika gaji naik menjadi 10 juta, mengapa diras tidak cukup? Karena kecenderungan semakin tinggi pendapatan, maka pengeluaran pun akan semakin banyak.

Tujuan Keuangan

Setiap keluarga akan memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Menentukan tujuan ini berguna untuk mengatur cashflow keuangan keluarga.

Kerjasama

Ajak semua anggota keluarga termasuk anak-anak untuk mencapai tujuan keuangan. Menjelaskan kepada anak-anak tentang tujuan keuangan bermanfaat agar mereka memiliki literasi keuangan sejak dini. Melakukan hal untuk mencapai tujuan secara bersama-sama, akan membuat lebih semangat.

Cara Mengelola Keuangan

Penghasilan keluarga berasal dari satu sumber, yaitu suami. Setelah diskusi mencapai mufakat, kami meminimalkan pemakaian kartu kredit. Hal ini juga bertujuan untuk mengontrol perilaku konsumtif. 

Pengelolaan keuangan untuk suami istri kami lakukan bersama, tetapi aku lebih banyak berperan mengatur pengeluaran sehari-hari. Besaran dana yang aku kelola setiap bulan sebesar 60 % dari pendapatan suami. Sisa 40 % dipegang suami untuk tabungan pribadinya, transport dan uang jajan ke kantor, dan tabungan hari tua. 

Langkah Atur Keuangan

Cara yang  aku lakukan dalam mengolah 60% dari uang belanja yang diberikan suami adalah mengikuti prinsip mbak Prita Ghozie, Langkah yang sebaiknya ditempuh adalah membuat bujet keuangan keluarga dengan mempertimbangkan tiga (plus 1) faktor, yaitu :

  • Living
  • Saving
  • Playing
  • (Zakat/ dana Sosial)

Living adalah biaya hidup dalam satu bulan. Besaran dana biaya hidup biasanya 45% dari penghasilan. Biaya hidup termasuk adalah kebutuhan pangan, sekolah, pakaian, dan biaya bahan bakar mobil yang aku pakai. 

Saving merupakan biaya tabungan yang harus kami sisihkan secara rutin. Saving di sini termasuk tabungan aku dan anak-anak. Kami tidak mengikutkan Asuransi pendidikan tetapi memilih untuk menabung secara rutin di tabungan masing-masing anak. Begitu pula dengan tabunganku pribadi. Besaran saving adalah 30% dari uang yang aku kelola.

Playing adalah komponen untuk gaya hidup seperti makan di luar ketika akhir pekan, nonton bioskop, nongkrong cantik di kafe bersama teman dll. Besarnya baya playing adalah 10%.

Zakat / Dana Sosial adalah dana infak yang kami keluarkan setiap bulan untuk membantu orang tua, keluarga, ataupun kegiatan sosial di masjid/ kantor dll. Alokasi dana zakat ini sebesar 15 %.

Mengatur keuangan keluarga menjadi tantatang tersendiri. Kadang pas, kadang surplus dan kadang minus. Kebutuhan dan harga barang yang fluktuatif menjadi pemicu. Tidak selamanya kaku mengikuti rencana keuangan, tetapi menjadi bahan acuan agar keuangan keluarga tertata.

Tabungan Hari Tua

Berada di usia produktif, terkadang membuat lupa untuk menyiapkan tabungan di hari tua. Kesibukan pekerjaan, kondisi tubuh yang bugar, kecukupan rejeki membuat orang melupakan tabungan hari tua.

Tabungan hari tua adalah salah satu hal penting yang harus disiapkan dalam rencana keuangan keluarga. Kebanyakan hari tua bertahan hidup dari pensiun dan bantuan keuangan dari anak. 

Kami tidak ingin anak-anak menjadi generasi sandwich yang memberikan nafkah kepada anak-anak, diri sendiri dan orang tuanya. Memang kami agak terlambat menyadari akan tabungan hari tua ini, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. 

Leave a Reply