Review

Pesona Lomba Kemerdekaan

Perayaan hari Kemerdekaan Indonesia tanpa lomba, bagai makan tanpa garam

Meriahnya umbul-umbul di bulan Agustus memberikan aura tersendiri. Semangat kemerdekaan berkobar ketika melihat bendera yang menghiasi langit Nusantara. Tahun 2020, aura merah putih sedikit berbeda. Semangat kemerdekaan diikuti oleh semangat meraih kesehatan dan bebas dari pandemi.

Berbekal semangat persatuan untuk mencapai sehat bersama, aku melakukan pawai bersepeda bersama dengan beberapa ibu di kompleks rumah. Menggunakan baju bernuansa merah putih dan membawa bendera plastik, kami berkeliling daerah barat BSD. Sepanjang jalan kami menjumpai beberapa rombongan sepeda dan berteriak, “Merdeka! Merdeka!” Sebuah semangat agar merdeka dari pandemi.

Perayaan Kemerdekaan Indonesia identik dengan berbagai macam jenis lomba. Dimulai dari anak belia hingga usia senja. Ada saja ide kreatif lomba untuk berbagai usia. 

Mengapa Kemerdekaan Identik dengan Lomba

Mempertahankan semangat para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan adalah tugas generasi penerus. Upacara bendera, tabur bunga ke makan pahlawan, dan lomba-lomba Agustusan adalah cara untuk mengenang semangat para pahlawan.

Lomba-lomba kemerdekaan disertai dengan semangat yang membara. Lomba pukul bantal menjadi favorit di kompleks rumah. Anak-anak hingga orang tua semangat untuk memainkan lomba ini. Usaha untuk mempertahankan diri agar tidak jatuh disertai usata untuk menyerang lawan mengingatkan kita pada perjuangan pahlawan kemerdekaan.

Lomba gebug guling

Lomba-lomba di hari kemerdekaan bukan tentang menang kalah. Persatuan, keakraban, suasana damai dan semangat ikut serta menjadi warna dalam lomba. Di Kompleks rumah, kado untuk orang tua biasanya barang-barang lucu yang digunakan sehari-hari. Sabun cuci, lap, kain pel, sampai botol minum. 

Anak-anak mungkin masih euforia dengan menang dan kalah dalam lomba. Hadiah lomba masih menjadi iming-iming untuk mengikuti lomba. Tak jadi soal karena anak akan belajar berusaha dan menerima kekalahan dengan legawa.

Jenis-jenis Lomba Agustusan
  1. Bakiak

Satu regu terdiri dari 3-5 orang. Tugas peserta adalah beradu cepat dengan kelompok lain tanpa jatuh untuk mencapai garis finish. Angota regu berusaha untuk menyamakan ritme agar tidak terjatuh dari bakiak. Hal yang dipelajari dari lomba bakiak adalah kerjasama, koordinasr dan kecepatan.

2. Makan Kerupuk

Lomba yang hampir selalu ada di setiap tahun. Anak-anak biasanya semangat sekali mengikutid lomba ini. Modifikasi lomba, tangan diikat belakang hingga menggunakan tutup mata. Belakang ini malah menggunakan kerupuk raksasa. 

3. Tarik Tambang

Seutas tambang yang ditarik dua kelompok, kemenangan ditentukan dari kelompok yang berhasil ditaria oleh kelompok lain. Mulai anak-anak, Ibu-ibu hingga para bapak akan senang melakukan lomba ini. Teriakan memacu semangat mewarnai lomba tarik tambang. Hal yang bisa dipelari dari lomba ini adalah kekuatan dan kebersamaan.

Serunya Lomba Tarik Tambang

Lomba-lomba yang sering mewarnai Agustusan adalah lomba fisik. Adu kecepatan, keseimbangan dan kekuatan. Sementara lomba baca puisi, deklamasi, dan drama tentang kemerdekaan sudah jarang diadakan.

Aku pernah mengikuti lomba deklamasi tentang Hari Kemerdekaan ketika usia SD. Berapi-api membaca setiap baris puisi bak seorang pahlawan yang menjinjing bambu runcing. Sejujurnya, aku tidak tahu apa tujuan mengikuti lomba deklamasi. Bagiku tampil deklamasi adalah suatu kesenangan saat itu. 

Semoga lomba puisi dan pertunjukan drama bertema kemerdekaan akan mewarnai perayaan kemerdekaan Indonesia di tahun mandatang.  Tak hanya dimeriahkan oleh lomba fisik, kesenian pun ambil bagian dengan semangat merdeka!

Leave a Reply