self reminder

Investasi Berharga Saat Pandemi

Investasi biasanya berkaitan dengan modal, uang, dan keuntungan. Orang melakukan investasi karena ingin mendapatkan keuntungan di kemudian hari. Ternyata, investasi bukan hanya tentang uang. 

Masa pandemi ini membuatku sadar bahwa bentuk investasi itu beraneka ragam. Uang, ilmu, waktu, kesehatan, dan tabungan akhirat. Hal-hal yang biasanya luput menjadi fokus saat kondisi normal, akhirnya menjadi tujuan investasi saat pandemi. 

Investasi Waktu

Sebelum pandemi terjadi, waktu adalah hal yang berlalu begitu saja. Aktivitas keseharian aku jalankan mengalir bagai air. Sibuk bersosialisasi dengan teman, shopping dan menikmati me time.

Pandemi menyadarkan bahwa waktu adalah investasi yang kelak akan mengasilkan keuntungan, jika aku bisa memanfaatkan waktu dengan baik. 

“Demi masa, sungguh manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS Al-Ashr 1-3).

Pandemi menjadi momen refleksi terhadap investasi waktu yang sudah aku lakukan selama ini. Apakah aku termasuk orang yang merugi? Pandemi yang membuat patah hati karena semakin mendekat ke lingkaran hidup, akhirnya membuatku untuk giat investasi waktu. 

Investasi waktu ala aku adalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin di masa pandemi dengan melakukan hal bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Misalnya, rajin membaca Al Qur’an dengan mengikuti satu hari 1/2 juz, satu minggu satu juz dan rajin membaca Al Kahfi di hari Jumat.  

Investasi Ilmu

“Tak ada rotan, akar pun jadi.” Itulah peribahasa yang menggambarkan investasi ilmu selama masa pandemi. 

Tak bisa mendapatkan ilmu secara metode tatap muka, tak menyurutkan semangat untuk terus menambah ilmu melalui metode Online. Justru dengan metode Online ini aku bisa mendapatkan berbagai macam ilmu dari yang gratis hingga berbayar.

Cara menulis yang baik di Blog, menulis artikel media, menulis cerita lucu, tambahan ilmu parenting, latihan baking the perfect cinnamon roll hingga belajar teknik komunikasi yang baik.

Ilmu yang aku dapatkan selama masa pandemi, menjadi investasi tersendiri. Mungkin saat ini belum begitu terasa efeknya, namanya juga investasi. Efeknya bisa saja dirasakan sekarang atau dalam jangka panjang. Tergantung dari tujan investasi yang diinginkan.

Aku cukup puas dengan investasi ilmu yang aku dapatkan selama masa pandemi. Seorang ibu rumah tangga, yang biasanya menjalani waktu mengalir dan mendapatkan suplemen beragam ilmu, MasyaAllah.. .nikmat mana yang aku dustakan.

Investasi Kesehatan

Sebelum pandemi, aku sudah rajin jogging dan memperhatikan asupan makanan. Tujuannya untuk mendapatkan berat badan ideal, namun ada saat aku frutasi ketika merasa bahwa usaha yang aku lakukan malah mengkhianati hasil. Aku merasa bahwa sudah jogging, renang, mengurangi makan tapi berat badan tak kunjung bersahabat.

Pandemi membuatku sadar bahwa investasi kesehatan itu tak melulu tentang berat badan. Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, sehat adalah keadaan fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Sehat berarti aku dapat menjalani hidup dengan kesadaran diri, fisik yang bugar, kondisi mental yang tenang dan didukung oleh keseimbangan spiritual. Sehat menjadikan diri dapat menjalani hidup produktif. 

Investasi kesehatan di masa pandemi yang aku jalani di masa pandemi lebih ke arah kesehatan body and soul. Melatih pikiran agar berpikir positif, belajar memaafkan kesalahan diri sendiri dan orang lain, dan berusaha selalu bersyukur.

Perubahan pola makan juga menjadi investasi kesehatan yang berharga saat pandemi. Mengatur porsi makan, mengganti karbohidrat sederhana menjadi kompleks, memperbanyak serat dan protein. 

Olah raga teratur tetap aku lakukan selama pandemi. Tetap menggunakan protokol kesehatan untuk melakukan jogging dan bersepeda. Perubahan pola makan menjadi lebih sehat, mengakibatkan badan terasa lebih bugar dan hati menjadi lebih plong. 

Investasi kesehatan ini menjadi salah satu tujuan hingga masa tua nanti. Aku ingin menikmati masa tua dengan memetik hasil investasi yang aku lakukan saat ini, yatu sehat dan bahagia sehingga tidak merepotkan anak cucu.

Investasi yang aku lakukan di saat pandemi, lebih banyak ke arah development diri daripada investasi materi. Seringkali aku melupakan untuk memberikan energi baru pada diri sendiri karena berbagai hal. Pandemi adalah saat yang tepat untuk memberikan nyala baru untuk diri sendiri sehingga nantinya akan memberikan manfaat untuk diri dan orang sekitar.

Leave a Reply

Liburan Nostalgi dan Edukasi

December 2, 2020