Parenting

Belajar Toleransi Sejak Dini

“Ma, kenapa jalanan ini teksturnya beda?” tanya anak lanang saat menginjakkan kaki di pedistrian berwarna kuning dengan tekstur bulat menonjol.

“Pedestrian berwarna kuning (guiding block) tersebut untuk orang disabilitas terutama untuk tunanetra,” jawabku.

“Terus kenapa jalannya dipakai jualan? Nanti orang yang blind nggak bisa jalan juga, ketabrak.”

Deeg… benar juga sih kata-kata anak lanang. Obrolan spontan itu nggak berhenti begitu saja. Ada beberapa poin yang bisa kami bahas selama perjalanan melintas pedestrian. Salah satunya adalah sikap penjual kaki lima yang tidak toleran karena sudah berjualan di pedistrian khusus disabilitas. 

Arti Toleransi

Toleransi yang aku perkenalkan kepada anak adalah menerima orang apa adanya dan memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Bukan dengan mengorbankan kepercayaan/keyakinan kita, tetapi tetap menjadi diri sendiri dengan cara menghormati keberadaan atau hak orang lain. 

Fungsi Toleransi 

Di lingkungan ini, begitu banyak perbedaan seperti etnis, bangsa, suku, budaya, agama, disabilitas, dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut membuat dunia pengetahuan semakin kaya dan beragam. Warna dalam setiap perbedaan itu akan memberikan energi baru, ide baru, dan pengalaman baru yang dapat memperkaya kemampuan anak di masa depan.

Toleransi akan membawa pada kedamaian untuk diri sendiri dan orang lain. Sikap mau  perbedaan orang lain, akan membawa kedamaian pada diri sendiri. Kita akan lebih bisa adaptasi terhadap perubahan dan perbedaan. Kedamaian yang bermula dari diri sendiri akan berlanjut pada kedamaian pada lingkungan. 

Tidak memberikan kritik menyakitkan, belajar menerima pendapat, menghormati orang lain, dan bersabar akan menjadikan diri lebih sehat. Sikap positif dan tenang membawa diri sendiri menjadi lebih sehat.

Proses Toleransi Pada Anak

Anak tidak bisa hanya diberitahu tentang toleransi. Mereka membutuhkan contoh dari orang tua. Anak lanang misalnya, obrolan tentang toleransi yang spontan itu tentu tidak akan berefek begitu saja. Ada proses kelanjutannya.

Orang tua sebagai model yang bisa memberikan contoh tentang sikap toleransi kepada anak. Cara berfikir dan perilaku orang tua berperan dalam sikap toleransi anak. Berdiskusi dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menerapkan sikap toleransi, seperti menerima perbedaan yang ada di keluarga. Kakak yang suka belajar dalam keheningan, adik belajar toleransi untuk tidak menimbulkan kegaduhan.

Cara Menumbuhkan Toleransi 

  1. Stimulasi Anak untuk Berpikiran Terbuka

Orang tua melatih anak sejak dini dengan memberikan konsep perbedaan yang ada di dunia ini seperti perbedaan warna kulit, agama, keinginan, dan perbedaan lainnya. Orang tua juga belajar untuk menghargai pendapat anak sehingga anak mampu berpikiran luas dan menghormati orang lain. 

2. Memperkenalkan Keanekaragaman

Sejak dini, kenalkan anak pada keragaman melalui mainan, buku, musik, film, atau media lain. Ajak anak untuk melakukan kegiatan beragam dengan berbagai kelompok suku, agama, kebudayaan, disabilitas, usia, dan jenis kelamin. Anak akan belajar tentang kekayaan budaya dan melihat bagaimana orang tua bersikap toleran terhadap keanekaragaman tersebut.

3. Perkuat Value keluarga

Setiap keluarga memiliki value / norma yang diyakini bersama. Memperkuat value yang positif seperti mempelajari sejarah keluarga dan tradisi tanpa diskriminasi value dari keluarga lain, akan membuat anak memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Anak akan bercerita hal yang positif kepada teman-teman sehingga memberikan warna lain terhadap lingkungan.

4. Menghargai Pertanyaan Anak

Orang tua seringkali lupa bahwa pertanyaan anak adalah awal dari rasa ingin tahu. Menghargai pertanyaan anak dengan mendengarkan dengan tulus dan menjawabnya secara jujur dan mengajak diskusi. Anak akan belajar bahwa orang tua pun memiliki pendapat yang berbeda tetapi masih menghargai pertanyaan dan pemikiran anak. 

5. Mencintai Diri Sendiri dan Orang Lain

Anak belajar bahwa dirinya adalah pribadi yang harus dicintai. Cara awal memperkenalkan mencintai diri sendiri adalah menghargai bagian-bagian tubuh, dan bersyukur kepada Tuhan. Tahap selanjutnya anak belajar bagaimana ia memperlakukan orang lain seperti ia ingin diperlakukan. Orang tua bisa menggunakan metode role play dengan boneka atau mainan anak. 

Orang tua memiliki peran dalam memperkenalkan sikap toleransi. Anak juga sebaiknya mengetahui harapan orang tua terkait sikap toleransi anak. Bersikap toleransi bukan berarti menghilangkan keyakinan / agama, value pribadi,  dan menghapuskan tradisi. 

Comments

September 26, 2020 at 09:04

yups betul anak memang harus diperkenalkan dengan toleransi sejak dini supaya mereka bisa memahami berbedaan itu indah



September 26, 2020 at 11:08

Yap, Toleransi memang sebaiknya diajarkan dan dibiasakan sejak dini.
Maka anak insyaALLAH akan tumbuh menjadi pribadi yg bijak dan baik hati.



September 26, 2020 at 11:36

Pendidikan toleransi memang sangat penting diajarkan pada anak sejak dini supaya kelak mempunyai rasa saling menghargai dan menyayangi pada sesama makhluk ciptaan Allah.



September 26, 2020 at 14:40

Toleransi memang harus kita contohkan ke anak ya. Semakin dini kita mengajarkan semakin baik untuk mereka dewasanya.



desinoviany
September 26, 2020 at 16:55

Contoh dari orang tua yang bakal membekas banget pada anak tentang toleransi ini. Selebihmya lingkungan ikut andil besar pada perkembangan anak. Ini yang agak sulit dikontrol sama orang tua. Semoga kita bisa tetap mengawasi anak.



September 26, 2020 at 19:31

Cara menumbuhkan toleransi kepada anak memang sulit. Tapi perlu dengan cara dan praktek praktis supaya anak-anak bisa mengikuti sejak dini.



    Wida Ariesi
    September 28, 2020 at 10:25

    Semoga makin banyak orang tua yang mengajarkan dan praktik toleransi sehingga bisa dicontoh oleh anak-anak. berawal dari keluarga, bisa bermanfaat untuk dunia.



September 27, 2020 at 19:25

Setuju sekali..kalo cara berfikir dan perilaku orang tua akan berpengaruh pada proses toleransi anak. Dan mengenalkan toleransi pada anak sedini mungkin memang sangatlah perlu



September 27, 2020 at 20:03

Saat mengajarkan toleransi pada anak harus pakai bahasa yang paling sederhana banget supaya dapat dipahami dan kalau bisa, ajak anak berbaur dengan kalangan yang tak sama circle nya 🙂
Selalu menarik kalau bicara soal toleransi.



September 27, 2020 at 23:35

Sepakat. Peran orangtua luar biasa penting dalam membentuk anak agar bisa bersikap toleran terhadap berbagai perbedaan yang ada di sekitar lingkungannya. Orangtua memang role model terbaik bagi anak.



September 28, 2020 at 10:55

Setuju banget, nilai2 toleransi perlu diajarkan sejak dini. Apalagi kita sebagai bangsa Indonesia punya banyak keragaman ya



September 28, 2020 at 12:45

suka sekali kalo udah ada cerita obrolan anak dan orangtuanya. Anak lanangnya sudah mulai kritis ya Mbak. Value baik yang kita tanamkan semoga tetep membekas sampai anak besar nanti yaa. Sehat selalu mba Wida sekeluarga



September 29, 2020 at 14:29

setuju, anak harus belajar toleransi dari rumah
dan orang tua harus jadi role modelnya
jika orangtua mengajarkan anak untuk membenci suku lain atau agama lain
anak pasti ikutan



September 29, 2020 at 19:53

Memang toleransi harus diajarkan sejak dini agar anak memiliki pribadi dan karakter yang berperikemanusiaan



September 30, 2020 at 22:06

anak memang hrs sedari kecil ditanamkan utk bisa menghargai org lain & toleransi, aq pun begitu, krn kebetulan aq suami beda agama, begitu juga anak2 aq



October 1, 2020 at 00:39

Anakku yg Belum genap 6 tahun juga sudah sangat kritis. Ketika Saya melarang sesuatu atau menjelaskan tentang sesuatu pasti Akan Ada kperranyaan maupun komentar. Alhasil harus dapat memberikan penjelasan yg masuk logika nya.



    Wida Ariesi
    October 12, 2020 at 17:53

    Modal itu kalau anak sudah ada pertanyaan tentang suatu hal. Kita sebaiknya tidak mematikan rasa ingin tahu anak. Selamat belajar bersama anak ya 🙂



October 2, 2020 at 00:38

Setuju segala sesuatu itu harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga terlebih dahulu, banyak kejadian yang tidak diinginkan hanya karena lingkungan keluarga yang tidak mendukung tumbuh kembang baik bagi anak di rumah.



    Wida Ariesi
    October 12, 2020 at 17:55

    Berawal dari diri sendiri, keluarga, lingkungan terdekat. Semoga semakin banyak keluarga yang ikut andil dalam tumbuh kembang anak



October 4, 2020 at 20:49

Toleransi memang harus ditanamkan sejak kecil ya, Teh. Setuju banget kalau contoh toleransi terbaik justru dari orang tuanya. Semakin memberi contoh semakib orang tua juga menghayati nilai toleransi 🙂



Leave a Reply

Tumbuh bersama Gen Z

September 16, 2020