self reminder

Kosongkan Gelasmu dan Isi Ulang

“Kosongkan dulu gelasmu setiap bertemu orang baru.” – Bob Sadino-

Beberapa kali prinsip “kosongkan gelas” ini lolos dari aku ketika belajar hal baru, misalnya ketika ikut cooking class online. Aku senang membuat roti cinnamon roll dan sudah beberapa teman yang pesan. Katanya sih enak. Tapi aku masih belum puas seperti ada yang kurang sempurna dari lipatan per lapis dan bulatan roti. Nah, aku pengen belajar bagaimana lebih sempurna lagi dalam membentuk cinnamon roll.

Di awal pemberian materi, pikiranku sibuk membandingkan resep dan cara yang biasanya dan cara baru dalam kursus. Perkataan guru sempat aku acuhkan. Sampai pada akan masuk tahap akhir yaitu pembentukan cinnamon roll, aku baru dapat insight yang berbeda. Kelenturan adonan yang mudah dibentuk bisa mengurangi tenaga untuk menggilas adonan. Ketika roti sudah matang, kelembutan dan rongga yang rapat halus, lumer perlahan di mulut disertai paduan wangi kayu manis dan gula aren menyatu sempurna. Wow resep dan cara membuat roti di kursus ini lebih enak dan lebih simple.

Mengapa kosongkan gelas ini sering “lolos”? 

Perjalanan hidup membuat manusia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang beraneka ragam. Pengalaman itu membuat manusia merasa lebih tahu. Aku misalnya, merasa punya pengalaman membuat roti cinnamon roll, mengikuti kursus karena ingin mendapatkan pengetahuan baru. Tapi aku lupa untuk ikhlas menerima hal baru. Lupa untuk ikhlas mendengarkan. Lupa bahwa pengalaman setiap orang berbeda dan aku sibuk membuat perbanadingan di kepala antara metode lama dan baru.

Mendengarkan dengan ikhlas apa saja yang disampaikan orang lain, guru, atau pemberi materi. Memposisikan diri bagai anak kecil yang belum pernah sekolah. Bayangkan sebentar saaat kita kecil atau usia TK, saat belum banyak pengetahuan yang masuk. Anak kecil ini akan mendengarkan secara santai dan melakukan seperti instruksi guru. Ketika hasilnya kurang sempurna, anak kecil akan bertanya dan mencoba lagi karena penasaran. Pengulangan itu membuat anak makin kaya pengalaman.

Aku yang tidak memposisikan diri seperti anak kecil, merasa sudah memiliki pengetahuan. Mendengarkan sembari berpikir tentang pengetahuan sebelumnya. Ketika melakukan instruksi pun jadi tercampur dengan pengetahuan sebelumnya.

Apa itu Kosongkan gelas?

Menyiapkan diri seperti gelas yang kosong hingga bisa diisi air dengan penuh. Membuka pikiran dan membebaskan diri dari sikap kritis untuk menerima ide orang lain sehingga kita bisa mempelajari hal baru.

Pengalaman dan pengetahuan sebelumnya bisa menjadi lebih kaya dan menambah keyakinan bahwa hal yang kita tahu sebelumnya adalah benar. Jika ide baru itu berbeda, bisa menambah perbendaharaan pengetahuan.

Manfaat Kosongkan Gelas

Coba kita bayangkan dua hal yang berbeda. Petama, membawa gelas kosong lalu kita isi hingga penuh dan kita minum. Berapa banyak air yang bisa kita minum? Satu gelas air yang baru dan segar.

Kedua, membawa gelas berisi setengah air, lalu kita isi dengan segelas air, apa yang terjadi? Airnya akan tumpah sebagian, lalu kita bisa minum segelas air. Air yang tumpah terhambur begitu saja di lantai dan terbuang sia-sia.

Ketika mengikuti pelatihan atau bertemu orang, kita berusaha agar isi gelas tidak tumpah sia-sia.  Mengosongkan gelas artinya kita bisa mendapatkan ilmu baru secara penuh tanpa ada yang tumpah percuma. Kita mendapatkan pengetahuan baru yang seutuhnya. Keuntungannya adalah kita bisa menyerap seluruh hal baru untuk menambah wawasan kita.

Kalau kita datang belajar dengan gelas setengah terisi, kita hanya bisa memenuhi dengan setengah lagi. Jika kita datang dengan gelas kosong, kita bisa mengisi gelas hingga penuh. Artinya ilmu yang kita dapat akan lebih banyak. 

Mengosongkan gelas membutuhkan kerelaan dari diri seperti yang dilakukan Om Bob Sadino. Ketika berjumpa dengan orang baru, beliau berusaha untuk rendah hati mengosongkan gelas agar mendapatkan isi gelas yang baru. Prinsip ini digunakan Om Bob agar bisa mendapatkan ilmu baru setiap kali bertemu orang. Om Bob Sadino yang luar biasa saja bisa rendah hati untuk mengosongkan gelasnya, kenapa aku sibuk dengan gelas yang terisi setengah?

Leave a Reply

Bekal Ilmu Ibu

July 28, 2020