Parenting / Writing

Uniknya Kecerdasan Anak

Miguel Riviera (12 tahun) bercita-cita menjadi seorang musisi terkenal. Dalam perjalanan untuk meraih impian, Miguel harus berjuang keras karena keluarga menentang cita-cita tersebut. Ia harus melewati berbagai rintangan dan akhirnya menguak kebenaran tentang rahasia seorang musisi besar di Meksiko.

Itulah Kisah Miguel dalam film animasi COCO (2017). Mengapa Miguel ingin sekali menjadi musisi? Buat Miguel bermain musik membuatnya bahagia dan Miguel memiliki kemampuan di bidang musik. Dalam cerita Miguel kita bisa belajar bahwa peran kecerdasan individu dan dukungan keluarga sangatlah penting untuk mencapai cita-cita.

 

Apakah Kecerdasan itu?

Menurut Wechsler kecerdasan adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional dan menghadapi lingkungan secara efektif. Dalam artian tersebut, kecerdasan membutuhkan proses mental untuk berpikir, menetapkan tujuan dan beradaptsi dengan kendala yang dihadapi. Lalu apakah kecerdasan itu sebagai hadiah genetik? Penelitian yang dilakukan Institute of Psychiatry King College mengatakan bahwa faktor genetis berperan besar (sekitar 60%) dan sisanya adalah lingkungan.

Merujuk kepada beberapa pendapat beberapa ahli tentang arti kecerdasan, menurutku kecerdasan itu adalah keunikan yang dimiliki seorang individu dan bisa berkembang optimal bila mendapat dukungan dari lingkungan. Keunikan itu bukan hanya seputar kemampuan hebat di bidang matematika atau seputar pelajaran di sekolah namun bersifat majemuk. Keunikan yang bisa mencakup segala aspek dalam diri seorang individu. Bisa berupa keunikan dalam seni, olah tubuh (kinestetik), bahasa, hubungan sosial, mengontrol emosi diri dan penyelesaian masalah.

 

Bagaimana cara Mengembangkan Kecerdasan Anak?

Menurut Howard Gardner dalam buku Ayah Edy, setiap anak mempunyai satu kelebihan yang akan membawanya menjadi top of the top bila kelebihan itu terus diasah. Tinggal bagaimana orang tua mau mengembangkan kecerdasan spesifik yang dimiliki anak. Kuncinya adalah fokus pada jenis kecerdasan anak.

Fokus! Fokus! Fokus!

Anak cerdas bisa berkembang optimal jika orang tua fokus. Beberapa hal yang membantu aku fokus dalam mengembangkan kecerdasan anak. adalah :

  • Menjadi mesin detektor. Orang tua adalah media pertama anak di dunia. Aku menyadari sepenuhnya hal tersebut. Aku berusaha untuk mengenal keunikan anak-anak sejak usia dini dengan cara memperhatikan petunjuk dalam diri anak seperti kesukaan, hal yang unggul dilakukan dan hal yang membuatnya bahagia. Memang bukan hal yang mudah dan membutuhkan proses panjang. Identifikasi keunikan anak menjadi hal penting karena menjadi dasar untuk melangkah selanjutnya.
  • Stimulasi tiada henti. Setelah mengidentifikasi keunikan anak, aku memberikan stimulasi yang berkaitan dengan keunikan dan hal-hal lain secara berkelanjutan. Aku berusaha untuk memberikan pengenalan terhadap semua hal dan aktivitas kepada anak-anak. Berawal dari stimulasi, anak-anak akan memberikan respon suka atau tidak suka.
  • Berproses bersama. Dari identifikasi dan stimulasi, aku berproses bersama dalam menjalani keunikan anak. melakukan aktivitas dengan ikhlas dan bahagia bersama anak untuk mengoptimalkan keunikan yang dimiliki.

 

Kebersamaan berproses

Sejak hamil anak pertama, aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Aku ingin menjadi teman dalam tumbuh kembang anak. Bermain, bercanda, belajar, tertawa dan terkadang menangis bersama menjadi bumbu dalam proses kebersamaanku dengan anak-anak. Kebersamaan sejak mereka lahir membantuku dalam mengenal keunikan yang dimiliki. Kareem, anak keduaku lebih suka dengan kegiatan kinestetik. Dia suka melakukan aktivitas-aktivitas motorik seperti olah raga, menari, berlari. Walaupun dia memiliki kemauan dan kemampuan di bidang lain seperti matematika namun kinestetik masih menjadi keunikan unggulnya. Dia dengan mudah melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan anggota badan. Untuk mendukung keunikannya tersebut aku mengikutrsertakan Kareem dalam beberapa aktivitas fisik seperti taekwondo, basket, renang dan hiphop. Tujuannya bukan untuk menjadi juara tetapi untuk lebih mengasah keunikan kinestetik dan membuatnya bahagia. Karena dengan melakukan kegiatan-kegiatan kinestetik, Kareem merasa lebih bahagia. Aku berusaha untuk mendukung keunikannya dengan selalu memberikan semangat dan melakukan aktivitas bersama.

 

Tentukan Tujuan

Seperti kisah Miguel, dengan keunikan yang dimilik, setiap anak akan memiliki tujuan atau cita-cita. Anak yang memiliki impian sejak kecil akan mempermudah tugas orang tua dalam berproses bersama karena anak dan orang tua sudah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut. Kareem misalnya, dia mengatakan bahwa cita-citanya adalah menjadi Polisi. Mengapa polisi? Karena dia bisa berlari mengejar dan menangkap penjahat. Sesuai kan dengan keunikan kinestetik yang dimilikinya. Saat ini aku berusaha untuk membantunya dalam mencapai tujuannya menjadi polisi dengan cara mengikursertakan beladiri yaitu taekwondo.

 

Aku sadar sepenuhnya bahwa menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, keihlasan, kekuatan dan doa yang tak kunjung henti. Apalagi bila ingin menjadi orang tua untuk anak cerdas yaitu anak yang memiliki keunikan, impian dan hidup bahagia dengan meraih mimpinya.

 

#AnakCerdasItu #DukungCerdasnya

Leave a Reply

Me Time Bebas Toxic

August 31, 2018