Review / Writing

Keunikan Individu sebagai Kunci Kemajuan Bangsa

Potret pendidikan di Indonesia telah mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu. Pada masa 1990, dunia pendidikan fokus kepada faktor kognitif dan prestasi akademis. Kesempatan yang sangat besar di dunia pendidikan diberikan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi. Kebanggaan seorang orang tua bila melihat anaknya berprestasi dalam bidang pelajaran tertentu. Orang tua memiliki persepsi bahwa anak harus pintar, dan indikasi pintar adalah mendapatkan nilai ujian dan nilai raport yang tinggi. Kemampuan bidang lain yang dimiliki seorang anak seperti kemampuan musik, bahasa, dan olah raga (motorik) diacuhkan begitu saja.

Memasuki tahun 2000, pendidikan di Indonesia sudah mengalami perubahan dan perkembangan. Bukan hanya fokus pada faktor kognisi yang dimiliki anak, tetapi juga mempertimbangkan bakat atau kemampuan lain. Howard Gardner, Psikolog dari Harvard University mengemukakan tentang delapan jenis kecerdasan yang dimiliki manusia. Teori Gardner ini menyadarkan sebagian besar orang tua dan pelaku pendidikan bahwa kecerdasan bukan hanya pintar secara kognitif. Setiap individu memiliki tipe kecerdasan yang unik untuk dapat bertahan hidup. Delapan tipe kecerdasan itu adalah:

  1. Kecerdasan Linguistik. Kemampuan anak yang berhubungan dengan bahasa. Jika anak mampu memahami cerita secara lisan maupun tulisan, mampu bercerita secara lisan atau tulisan, mampu mengeja dengan baik, gemar bermain scrabble atau bermain TTS merupakan indikasi anak memiliki kecerdasan linguistik.
  2. Kecerdasan Spasial. Kemampuan yang tajam dalam visual terhadap gambar, ruang, warna, garis. Jika anak suka bermain berimajinasi lalu menuangkannya dalam sebuah gambar, mewarnai, dan bermain balok.
  3. Kecerdasan Musikal. Kemampuan untuk mendengarkan, memahami dan mengembangkan dan menikmati bentuk musik/suara. Jika anak mudah menguasai salah satu alat musik, mampu dengan cepat mengikuti nada lagu, atau suka memukul barang membentuk sebuah irama.
  4. Kecerdasan matematika atau logika. Mudah membuat kategorisasi, menyukai perhitungan angka, mampu berpikir logis sebab akibat dengan baik dan menyukai hal-hal sains.
  5. Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan untuk mengontrol emosi diri sendiri. Individu mampu bernegosiasi dengan dirinya sendiri untuk mencapai kemandirian.
  6. Kecerdasan Interpersonal. Kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang / lingkungan. Individu peka terhadap perasaan, sifat dan mampu memahami orang lain.
  7. Kecerdasan Fisik /Kinestetik. Berkaitan dengan kemampuan ini, individu sangat menyukai lebih banyak aktivitas fisik seperti menari, olah raga.
  8. Kecerdasan Natural. Kemampuan yang berhubungan dengan alam. Dimana individu mampu untuk menikmati dan bermain dengan alam.

 

Perkembangan pendidikan membuat orang tua sebagai akar pendidikan anak, mulai memikirkan berbagai tipe kecerdasan seperti yang diungkapkan Gardner. Muncullah lembaga pendidikan yang berusaha mengakomodasi keunikan individu dan menggali tipe kecerdasan yang dimiliki anak. Educenter yang terletak di kawasan BSD (Bumi Serpong Damai) memberikan solusi terbaik bagi orang tua dan anak. Gedung yang modern dan memiliki fasilitas cukup memadai ini dapat menjadi pilihan orang tua sebagai sarana mengembangkan potensi  anak. Mengusung konsep One Stop Education of Excellent Under One Roof, berbagai kursus ditawarkan Educenter seperti Matematika, Fisika, Menari, Memasak, Musik, Art, English, Mandarin dll. Selain berbagai pilihan tersebut, di Educenter memiliki sebuah restaurant keluarga The Barn yang dapat dijadikan pilihan untuk menghilangkan lapar ketika anak selesai kursus. Konsep yang ditawarkan Educenter ini sangat membantu orang tua dan anak dari segi efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Anak tidak perlu menempuh perjalanan panjang untuk berganti kursus. Otomatis anak-anak masih memiliki cukup energi dan cukup waktu istirahat.

 

 

Najeela Shihab (2015) mengatakan bahwa pendidikan sebagai indikator masa depan memiliki tiga tujuan, yaitu :

  1. Meningkatkan kualifikasi pelajar. Hal ini berkaitan dengan apa yang dapat dilakukan dan dipahami pelajar sebagai hasil proses belajar.
  2. Pengembangan pelajar sebagai individu yang utuh. Pengembangan identitas dan kepribadian.
  3. Menumbuhkan nilai dan menguatkan norma positif yang dibutuhkan pelajar yang merupakan bagian dari masyarakat dunia

 

Dari ketiga kriteria yang diungkapkan Najeela tersebut diatas berarti pendidikan adalah bekal untuk melihat masa depan anak. Dimana masa depan anak sebagai generasi penerus adalah modal utama untuk kemajuan bangsa. Hal yang sering dilupakan orang tua pada masa kini adalah pendidikan itu berawal dari rumah. Keluarga sebagai institusi awal yang paling ampuh dalam memberikan pendidikan terhadap anak. Semua anak dilahirkan dengan keunikan individu, memiliki perbedaan potensi. Bukan hanya secara akademis, tetapi berbagai potensi seperti yang diungkapkan Gardner. Tugas orang tua adalah mengembangkan potensi yang dimiliki anak semaksimal mungkin sehingga anak mampu mandiri. Educenter sebagai institusi yang dapat membantu orang tua dalam menjalankan tugasnya untuk  menemukan potensi anak. Educenter  berusaha memberikan alternatif pendidikan sehingga individu mampu bersaing dengan perkembangan jaman. Menjadikan anak tangguh menghadapi perubahan di masa mendatang dan tumbuh menjadi individu yang mampu bersaing dengan perkembangan jaman.

 

Pendidikan sebagai bekal kemajuan bangsa bukan hanya tentang pendidikan formal di bangku sekolah. Ada faktor lain yaitu kematangan pribadi, keunikan individu dan kemampuan sosialisasi merupakan kunci untuk bersaing dengan perkembangan jaman. Pribadi yang tangguhlah yang mampu menghadapi perubahan di masa mendatang dan mendatangkan kemajuan bangsa.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Ketika Anak Bicara Cinta

March 9, 2018

Uniknya Kecerdasan Anak

July 23, 2018