Family / self reminder

Puyer untuk Obat Hati

Dalam setiap diri manusia terdapat hal yang membedakannya dengan mahluk lain yaitu hati, yang dalam Bahasa Arab disebut Qolbu.

 Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati (Qolb).” (HR Imam Al-Bukhari)

Hadist tersebut menggambarkan bagaimana hati/Qolbu seorang manusia sangat menentukan perilakunya. Sebagai bagian dari organ tubuh manusia ternyata hatilah yang berperan penting dalam menentukan amalan. Sebuah organ yang tidak pernah dapat kita lihat secara kasat mata tetapi sungguh dahsyat perannya. Seringkali manusia merasakan sakit seperti demam, batuk, kesemutan dan mual itulah sakit secara fisik yang dialami manusia. Sakit Fisik bisa tampak gejalanya secara kasat mata seperti wajah lesu. hidung berair dll. Tetapi dalam diri manusia juga terdapat sakit hati, yang seringkali tidak dirasakan atau bahkan dirasakan tapi tidak berusaha untuk disembuhkan.

Ada dua jenis sakit hati yaitu:

  1. Sakit hati yang tidak dirasakan seketika tetapi setelah sekian lama baru terasa menyiksa dan menderita. Contohnya adalah bodoh, ragu, malas, syahwat dll
  2. Sakitnya dirasakan seketika seperti sedih, benci

Terkadang kita lupa bahwa diri ini adalah manusia yang memiliki segala kekurangan. Kita merasa bahwa diri ini adalah sumber kekuatan dan kelebihan. Seringkali kita mengoreksi kesalahan orang lain dan berteriak tentang keterbatasan atau kelemahan orang lain. Tetapi kita jarang bercermin kemudian meneriakkan kesalahan ataupun kekurangan diri sendiri. Di hadapan cermin sungguh diri sendiri adalah dzat yang serba cantik dan sempurna. Seperti quotes dalam sebuah film klasik Snow White and the Seven Dwarfs, “Mirror, mirror on the wall, who in this land is fairest of all?” dan tentu saja jawaban dari pertayaan tersebut adalah orang yang berada dihadapan cermin.

 

Opick dalam sebuah lagunya yang berjudul Tombo Ati memberitahukan bahwa obat untuk hati yang luka ada lima.

  1. Baca Al Quran dan maknanya. Kesibukan menjalani keseharian dan tuntutan hidup menjadikan manusia jauh dari Al Quran dan maknanya, padahal di dalam Al Quran terdapat pedoman menjalani hidup sampai hal yang detil.
  2. Sholat malam dirikanlah. Bangun tengah malam dan meninggalkan kenikmatan tidur untuk menjalankan sholat lail merupakan hal yang membutuhkan perjuangan berat. Keimananlah yang membuat orang mampu mendirikan sholat malam.
  3. Berkumpullah dengan orang sholeh. Pembahasan tentang tingkat kesholehan seseorang bukanlah hal yang mudah karena berhubungan dengan tingkat keimanan dan tingkat hawa nafsu. Tetapi untuk lebih praktisnya, orang yang sholeh adalah orang yang mengenal dan mengakui Allah serta tunduk kepada perintahNya dan menjauhi laranganNya.
  4. Perbanyak puasa. Bukan hanya sekedar puasa menahan lapar dan haus tetapi yang dimaksud adalah puasa yang terkait kepada ahlak yaitu menjaga penglihatan, pendengaran dan perilaku.
  5. Perbanyak dzikir terutama di malam hari. Dzikir adalah sebuat kegiatan dengan menyebutkan asma Allah secara berulang. Beberapa kalangan lebih mengenal dzikir ini dengan istilah wirid. Salah satu manfaat dzikir adalah membuat hati lebih tentram, tenang dan nyaman.

 

Tombo Ati sebagai sebuah lagu yang liriknya syarat makna. Lagu tersebut mengajarkan bagaimana cara mengatasi penyakit hati yang susah sekali kita kenali. Apakah lagu Tombo Ati mampu menjadikan manusia bebas penyakit hati anti galau atau hanya sebuah lagu yang sekedar dinikmati telinga?

 

Salam Jumat Berkah♥

  • pict taken from divithana.com

Leave a Reply

Ketika Anak Bicara Cinta

March 9, 2018