Parenting

Cara Menemukan Minat dan Bakat Anak

Minat adalah kesukaan terhadap suatu hal, kecenderungan untuk memusatkan perhatian terhadap suatu obyek atau kegiatan tertentu. Minat bisa datang begitu saja dari dalam diri anak atau karena pengaruh lingkungan.

Bakat adalah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada seseorang. Bakat sudah ada sejak seorang anak lahir di dunia. Seringkali orang tua merasa susah untuk mengenali bakat anak. Karena sifat bakat terkadang tidak langsung muncul begitu saja, perlu ditemukan dan diasah.

Orang tua seringkali merasa bingung mengenai cara mengenali minat dan bakat anak. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah melakukan pengamatan. Proses yang dibutuhkan untuk melakukan observasi atau pengamatan terhadap minat anak tidak akan maksimal bila dilakukan secara tergesa-gesa. dibutuhkan waktu dan proses pengamatan yang berkala untuk mendeteksi bakat dan minat anak.

Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menunjang proses pengamatan  mengenali minat anak adalah :

-Perkenalkan anak dengan berbagai bidang / kegiatan sebanyak-banyaknya. Misalnya ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik (seperti bersepeda, berenang, gymnastic). Untuk lebih mengetahui sisi sosial anak, orang tua bisa mengajak anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar atau memperkenalkan kegiatan perdagangan di pasar. Beberapa aktivitas lain yang bisa dijadikan alternatif adalah mengajak anak berkunjung ke museum seni / budaya, menonton pagelaran seni/teater, memancing, wisata tempat ibadah, meluangkan waktu khusus untuk membaca buku, mencoba alat musik dll.

-Beri apresiasi positif terhadap kegiatan anak. Orang tua kadang lupa bahwa yang dibutuhkan anak adalah apresiasi seperti menjadi pendengar yang baik, memberikan pujian yang tepat, dan memberikan motivasi.

Pada beberapa anak, bakat yang dimiliki bisa tampak menonjol sehingga orang tua bisa mengidentifikasi bakat anak dengan mudah. Namun apa yang bisa dilakukan orang tua jika bakat anak belum terindentifikasi? Yang harus disadari orang tua adalah bakat anak bisa saja tersembunyi, sehingga memerlukan stimulus tertentu untuk menemukan bakat anak. Tugas orang tua untuk terus memberikan stimulus-stimulus kapada buat hati, seperti :

  • Amati dan temukan jenis kecerdasan yang menonjol pada anak. Orang tua bisa memakai teori kecerdasan majemuk Gardner yang membagi tipe kecerdasan menjadi delapan, yaitu logika, kinestetis, relasi (interpersonal), imaji (spasial), music, intrapersonal (kecerdasan diri), Bahasa dan kecerdasan alam.  Ajak anak untuk melakukan masing-masing kegiatan mesin kecerdasan. Amati terus dan bersabar.
  • Buat catatan perkembangan. Setelah melakukan kegiatan, amati dan berikan catatan. Bagaimana perkembangan anak setelah melakukan suatu kegiatan. Apakah anak cepat belajar? Apakah anak melakukan akselerasi terhadap bidang tertentu? Misal dalam hal interpersonal anak lebih dapat berempati dengan tepat dan meyakinkan orang lain ataukah anak dapat belajar cepat dengan aktifitas fisik? Dari check list inilah orangtua dapat mengetahui tipe kecerdasan yang dominan pada anak.

Mengamati, memberikan motivasi dan berproses bersama sang buah hati dalam menemukan minat dan bakatnya akan menjadi pengalaman berharga bagi sang buah hati. Temukan minat dan bakat anak dengan kesabaran sebagai bekal menuju kesuksesan sang buah hati di masa depan.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Cerita Pengalaman Ibu Dettol

December 23, 2017